Peternakan ayam
broiler dahulu masih menggunakan kandang dengan Tipe open house dengan dinding
yang terbuka cenderung memiliki sirkulasi udara yang terlalu bebas, ini
mengakibatkan ternak dapat terpapar udara bebas. Untuk mengatasi permasalahan
ini, Fakultas Peternakan dan Pertanian (FPP) Universitas Diponegoro mengkampanyekan
penggunaan kandang closed house. Undip berkerjasama dengan PT. Charoend
Pokphand Indonesia untuk meresmikan kandang research closed house pada tanggal
10 November 2020.
Peresmian
kandang closed house dilakukan secara virtual dan dihadiri langsung oleh Rektor
Undip dan Direktur Utama PT. Charoend Pokphand Indonesia. Hal ini menunjukan
pentingnya kerjasama antara swasta dan sektor pendidikan. Selain itu dapat
menunjukan pentingnya kolaborasi antar stakeholder guna kemajuan sektor
peternakan di Indonesia. Dengan hadirnya kandang research closed house akan
membantu peneliti ayam broiler di FPP, Undip dalam memberikan solusi terbaik
dari masalah yang dihadapi oleh peternak.
Kandang closed house berbeda dengan kandang closed house yang sudah ada, namun lebih menekankan pada teknologi. Dikembangkan IoT yang dapat berfungsi untuk mengatur pemberan pakan, konsentrasi ammonia, suhu dan kelembaban di dalam kandang dan sebagainya. Nantinya akan terus dilakukan perkembangan dan dilakukan inovasi. Pada akhir acara, Dekan FPP Undip, Dr. Ir. Bambang Waluyo H. E. P., M.S., M.Agr., IPU membawa pesan bahwa di era revolusi industri 4.0, semua dituntut serba cepat, akurat, efisien dan praktis. Penggunaan internet of things pada industri peternakan akan sangat membantu peternak dalam mengelola dan mengontrol peternakan ayam broiler tanpa harus secara langsung berada dan bekerja di dalam kandang.

